Skip to main content

Aku Ingin Mencintaimu

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Aku ingin mencintaimu
meski tulang-tulangku remuk tak menyatu
Dan menyudahi kekerdilan jiwa yang memisah di antara raga
Kepada senja pun aku berani bicara tentang kolong-kolong langit yang hampir menghitam legam
Dan aku membasuh, mengucap serta bertatap kepadanya
Ini senja mungkin tiada lagi aku bersua, sampai sendiri aku meminta
Jangan kau menyudahi semusim sepi
Serupa dinding langit yang tiada lintang dan rembulan
Semua sepi, hanya kebisingan yang mengadu
Mengadu jadi satu kepada jiwaku di ambang senja cakrawala
Lalu janganlah kau menyumpahi aku
Tertunduk di parit, dimana belalang kecil menuntutku untuk pergi
Sedang musim ini aku
Sudah menyatakan cinta kepada wanita
Bukan maryam yang dulu, bukan sri yang dulu
Tapi dengan kau
Kau yang aku cintai

Popular posts from this blog

Puisi sahabat Selamat Pagi Indonesia

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Selamat pagi indonesia Ibu pertiwi masih raut dalam duka Entah duka saat ini, kemarin atau lusa Tangis jua indonesia dalam berita Asap-asap yang menyiksa Sampaikan duka kepada negeri tetangga Harus bagaimana kita Malu, takut lalu lupa Selamat pagi indonesia Masihkah kita lupa Sangkur baja serta selempang senjata Yang melenyapkan pendahulu kita Indonesia tempat pengembala kecil, nelayan, serta pramugari mencari cinta Selamat pagi indonesia Masihkah nanti cucu-cucu kita bahagia Dalam negeri indonesia yang kaya raya

Sajak Pemuda Desa

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Mengapa kau kotak-kotakan kita?
Kita adalah tunas yang tumbuh tak dipinta
Bukan karena kita beda lalu semua lerai
Tidak, kita tak akan hening yang sangsai

Kita tumbuh
Dengan teguh, kita tak akan luluh

Kau tahu jaman sudah kembali edan
Tapi kita tetap bertahan
Sampai merah darah mengalir
Sampi putih tulang tergelincir
Kita tak akan mangkir

Kau tahu kenapa kita bersatu?
Karena kita tahu darah dan putih tulang kita sama
Tiada beda yang merusak
Sampai getir pun tak akan terkoyak

Puisi sahabat Serupa Anak Ayam

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Anak-anak ayam keluar kandang
Sudah kenyang mereka menghadap siang
Tinggal tumpukkan kotoran yang menjijikan
Dasar mereka kurang kerjaan
Siang pun beranjak, anak-anak ayam berisik lagi
Mengotori keramik rumah tua
Matahari sudah terbata-bata
Kau sudah gila apa?
Baru sebentar kau makan
Kembali lagi minta jajan
Kau pikir ini mall, kumpulan orang-orang berduit?
Sana pergi, tak usah kembali sampai benam matahari terkait