Skip to main content

Gila atau Tidak puisi sahabat

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Aku ingin tidur, beralaskan meja warung serta berselimut kain pembersih meja
Aku berharap esok sudah terbuka, pintu yang sudah rusak
Sementara kawanku asik bermain catur ditemani kacang rebus dan secangkir kopi
Mungkin dari sisa-sia duit kemarin mengamen di trotoar kota ini

Aku heran, semua hewan kecil menantapku di dinding warung ini
Semua terasa memojokkan aku, serupa aku bukan orang sini
Aku mulai memejamkan mata dengan pelan
Berharap esok tukang sayur itu membangunkanku

Tapi aku ragu, semuanya hanya ilusi sebelumku bermimpi
Hay, kamu yang sudah terbiasa
Kenapa kau tak tidur bersamaku?
Apa kau sudah ada yang punya?


Atau aku sudah gila? mencintai istri orang lain

Popular posts from this blog

Puisi sahabat Selamat Pagi Indonesia

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Selamat pagi indonesia Ibu pertiwi masih raut dalam duka Entah duka saat ini, kemarin atau lusa Tangis jua indonesia dalam berita Asap-asap yang menyiksa Sampaikan duka kepada negeri tetangga Harus bagaimana kita Malu, takut lalu lupa Selamat pagi indonesia Masihkah kita lupa Sangkur baja serta selempang senjata Yang melenyapkan pendahulu kita Indonesia tempat pengembala kecil, nelayan, serta pramugari mencari cinta Selamat pagi indonesia Masihkah nanti cucu-cucu kita bahagia Dalam negeri indonesia yang kaya raya

Sajak Pemuda Desa

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Mengapa kau kotak-kotakan kita?
Kita adalah tunas yang tumbuh tak dipinta
Bukan karena kita beda lalu semua lerai
Tidak, kita tak akan hening yang sangsai

Kita tumbuh
Dengan teguh, kita tak akan luluh

Kau tahu jaman sudah kembali edan
Tapi kita tetap bertahan
Sampai merah darah mengalir
Sampi putih tulang tergelincir
Kita tak akan mangkir

Kau tahu kenapa kita bersatu?
Karena kita tahu darah dan putih tulang kita sama
Tiada beda yang merusak
Sampai getir pun tak akan terkoyak

Puisi sahabat Serupa Anak Ayam

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Anak-anak ayam keluar kandang
Sudah kenyang mereka menghadap siang
Tinggal tumpukkan kotoran yang menjijikan
Dasar mereka kurang kerjaan
Siang pun beranjak, anak-anak ayam berisik lagi
Mengotori keramik rumah tua
Matahari sudah terbata-bata
Kau sudah gila apa?
Baru sebentar kau makan
Kembali lagi minta jajan
Kau pikir ini mall, kumpulan orang-orang berduit?
Sana pergi, tak usah kembali sampai benam matahari terkait