Skip to main content

Ceceran Suara Di Kaki Gedung











Ceceran suara terpecah
Di kaki-kaki gedung mereka ditentang
Tak pulang terpanggang
Belum sembuh luka yang genap seratus hari

Mereka lepaskan merpati di atas unggunan api
Merpati yang belum sempat bercinta
Kelepaknya merangkak hilang
Terpanggang di kaki-kaki gedung

Asap mengabur dimana-mana
Belum sembuh duka yang dibuatnya
Lalu lautan suara menyindir
Pada jutaan otak yang tak mau berpikir

Terpecah sudah, jangan patah
Biar kelepak hilang
Simbol kebebasan sudah terlentang lalu terpanggang
Harus kemana ceceran suara dipapah



KEMATIAN KU DALAM BAHAGIA


Jika kematian membuatku pulang
Kuharap tiada rerumputan yang berladang
Menemani rayap-rayap kecil yang terbungkus gundukkan tanah
Tidak lagi yang bisa dipapah, aku terkubur di dalam tanah

Jika kedukaan menganak sungai di emperan rumah
Dan kebahagiaan datang jua, hanyutlah
Jangan kau bersemi dalam duka yang memanjang
Aku pulang dalam bahagia yang hilang

Jika kehidupan mengembalikanku dengan penuh
Kupasrahkan cintaku dengan utuh
Hanya aku sudah pergi, untuk menemui kekasih suci
Kepada-Mu Tuhanku yang abadi

Popular posts from this blog

Puisi sahabat Selamat Pagi Indonesia

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Selamat pagi indonesia Ibu pertiwi masih raut dalam duka Entah duka saat ini, kemarin atau lusa Tangis jua indonesia dalam berita Asap-asap yang menyiksa Sampaikan duka kepada negeri tetangga Harus bagaimana kita Malu, takut lalu lupa Selamat pagi indonesia Masihkah kita lupa Sangkur baja serta selempang senjata Yang melenyapkan pendahulu kita Indonesia tempat pengembala kecil, nelayan, serta pramugari mencari cinta Selamat pagi indonesia Masihkah nanti cucu-cucu kita bahagia Dalam negeri indonesia yang kaya raya

kumpulan puisi sahabat

karya :samsul hudah Hewan melata terperangkap gelisah dan ketakutan
Hutan yang ditempati bertarung melawan api
Angin dan panas bersatu jadi sekutu kita wajib bertanya
Siapakah pematik api?
Televisi hanya meramalkan asap
wajah-wajah sayu tak kedip memandang beku dalam lipatan layar
Dan bugkam menyerupai tombol-tombol remote
Serangga dan manusia Sama-sama mencari juru selamat
Mungkin dalam pesawat yang terlambat atau
Abu yang telah di tinggalkan harapan
Sejarah abu berubah air mata
kota mengasap desa-desa terhisap


AKU LAH LAKI LAKI

karya: dewi indriani
Akulah laki laki penebar sejuta pesona
Kuberikan senyum kaupun tergoda
Akulah sang penggoda
Kusapa dengan cinta kau pun terlena

Akulah laki laki kurengkuh sepi semua wanita
Kubelai wanita dengan tatapan mata menusuk tajam
Mari kemarilah wahai wanita
Lupakan sepimu menarilah denganku
Dengan desah cinta dan nafasku
Lupakan lupakan semua tentangmu

Akulah laki laki penebar sejuta pesona
Tak sanggup kuhitung jemari dustaku
Akulah laki laki penebar sejuta pesona
Tawa dan …

Sajak Pemuda Desa

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Mengapa kau kotak-kotakan kita?
Kita adalah tunas yang tumbuh tak dipinta
Bukan karena kita beda lalu semua lerai
Tidak, kita tak akan hening yang sangsai

Kita tumbuh
Dengan teguh, kita tak akan luluh

Kau tahu jaman sudah kembali edan
Tapi kita tetap bertahan
Sampai merah darah mengalir
Sampi putih tulang tergelincir
Kita tak akan mangkir

Kau tahu kenapa kita bersatu?
Karena kita tahu darah dan putih tulang kita sama
Tiada beda yang merusak
Sampai getir pun tak akan terkoyak