Skip to main content

Andai semua gratis

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Andai itu semua gratis, banyak ampas-ampas tahu menjadi mahal harganya
Kadang langka kecil selalu macet bahkan terhenti
Ini semua sudah terjadi bahkan seringnya sudah menjadi-jadi
Kekerdilan otak yang menyangkal tentang ketimpangan di ruang-ruang tak terbuka
Andai itu semua gratis, mungkin daun pisang sudah menjadi selimutnya permaisuri raja
Tidak sedikit kotor bahkan di tempat yang begitu dingin tanpa harus ditusuk-tusuk
Tapi ini hanya andai-andai yang tiba lalu jatuh terpuruk membusuk
Ini mungkin tidak sedikit bahkan lebih dari yang tak terlihat mata
Andai itu semua gratis, mungkin aku sudah berenang-renang
Di tengahnya yang katanya banyak bangkai-bangkai busu
Dan aku akan mati terpuruk
Tapi tidak keadilan yang terus mengambang sampai hari-hari mulai menghilang

Popular posts from this blog

Puisi sahabat Selamat Pagi Indonesia

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Selamat pagi indonesia Ibu pertiwi masih raut dalam duka Entah duka saat ini, kemarin atau lusa Tangis jua indonesia dalam berita Asap-asap yang menyiksa Sampaikan duka kepada negeri tetangga Harus bagaimana kita Malu, takut lalu lupa Selamat pagi indonesia Masihkah kita lupa Sangkur baja serta selempang senjata Yang melenyapkan pendahulu kita Indonesia tempat pengembala kecil, nelayan, serta pramugari mencari cinta Selamat pagi indonesia Masihkah nanti cucu-cucu kita bahagia Dalam negeri indonesia yang kaya raya

Sajak Pemuda Desa

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Mengapa kau kotak-kotakan kita?
Kita adalah tunas yang tumbuh tak dipinta
Bukan karena kita beda lalu semua lerai
Tidak, kita tak akan hening yang sangsai

Kita tumbuh
Dengan teguh, kita tak akan luluh

Kau tahu jaman sudah kembali edan
Tapi kita tetap bertahan
Sampai merah darah mengalir
Sampi putih tulang tergelincir
Kita tak akan mangkir

Kau tahu kenapa kita bersatu?
Karena kita tahu darah dan putih tulang kita sama
Tiada beda yang merusak
Sampai getir pun tak akan terkoyak

Puisi sahabat Serupa Anak Ayam

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Anak-anak ayam keluar kandang
Sudah kenyang mereka menghadap siang
Tinggal tumpukkan kotoran yang menjijikan
Dasar mereka kurang kerjaan
Siang pun beranjak, anak-anak ayam berisik lagi
Mengotori keramik rumah tua
Matahari sudah terbata-bata
Kau sudah gila apa?
Baru sebentar kau makan
Kembali lagi minta jajan
Kau pikir ini mall, kumpulan orang-orang berduit?
Sana pergi, tak usah kembali sampai benam matahari terkait