Skip to main content

Libur yang salah



Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Aku diajaknya berlibur, di tengah perut yang belum terisi nasi
Suara yang meletakkan pundi-pundi untuk tergantung
Di sisi-sisi jalan yang meretaskanku menjadi penerus
Menetapkan senyum kepada runtuhnya bangunan kecil tanpa ijin

Kemungkinan malam ini aku mengurung di kamar tanpa tontonan gratis
Aku bersinggungan pada angka-angka di kalender
Mereka tidak semua memerah
Semua meletakkan angka-angka yang sudah tersusun, tiada berlaku bagi kaumku yang kosong

Semestinya aku diajak berlibur, mengenakan jaket dari bulu domba, makan di restoran dari hotel bintang lima
Tapi tidak dengannya yang mengajakku berlibur dengan perut melara

Seandainya dia tahu, kaumku sudah berjasa meski rentan waktu sudah habis
Menanggalkan sisa-sisa dari rontoknya tubuh yang mengakar di bahu jalan
Lalu perutku kembang kempis sampai menunggu semua habis
Dari letupan suara yang tidak tahu sebabnya

Popular posts from this blog

Puisi sahabat Selamat Pagi Indonesia

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Selamat pagi indonesia Ibu pertiwi masih raut dalam duka Entah duka saat ini, kemarin atau lusa Tangis jua indonesia dalam berita Asap-asap yang menyiksa Sampaikan duka kepada negeri tetangga Harus bagaimana kita Malu, takut lalu lupa Selamat pagi indonesia Masihkah kita lupa Sangkur baja serta selempang senjata Yang melenyapkan pendahulu kita Indonesia tempat pengembala kecil, nelayan, serta pramugari mencari cinta Selamat pagi indonesia Masihkah nanti cucu-cucu kita bahagia Dalam negeri indonesia yang kaya raya

Sajak Pemuda Desa

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Mengapa kau kotak-kotakan kita?
Kita adalah tunas yang tumbuh tak dipinta
Bukan karena kita beda lalu semua lerai
Tidak, kita tak akan hening yang sangsai

Kita tumbuh
Dengan teguh, kita tak akan luluh

Kau tahu jaman sudah kembali edan
Tapi kita tetap bertahan
Sampai merah darah mengalir
Sampi putih tulang tergelincir
Kita tak akan mangkir

Kau tahu kenapa kita bersatu?
Karena kita tahu darah dan putih tulang kita sama
Tiada beda yang merusak
Sampai getir pun tak akan terkoyak

Puisi sahabat Serupa Anak Ayam

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Anak-anak ayam keluar kandang
Sudah kenyang mereka menghadap siang
Tinggal tumpukkan kotoran yang menjijikan
Dasar mereka kurang kerjaan
Siang pun beranjak, anak-anak ayam berisik lagi
Mengotori keramik rumah tua
Matahari sudah terbata-bata
Kau sudah gila apa?
Baru sebentar kau makan
Kembali lagi minta jajan
Kau pikir ini mall, kumpulan orang-orang berduit?
Sana pergi, tak usah kembali sampai benam matahari terkait