Skip to main content

Nyanyian anak senja

Karya : Penyair Kecil


Bulan berakit
Kelelawar bercicit
Langit tergelincir
Nyanyian alam menyindir

Berduaan mengikat
Malam jua memunajat
Di malam ke empat
Kuberselancar dalam kasih yang laknat

Pepohonan menceraikan ranting dan dedaunan
Jatuh dihempas sang angin
Kubagai penari di awal pertunangan
Menari luka lagi kelam

Rembulan memancar
Sayap-sayap elang menggantung
Berkubang melati di musim rindu yang buntung
Jalan-jalan berputar, kubingar

Malam ke empat kusisakan
Tarian awal bulan memangku
Jiwa-jiwa yang bersihkukuh
Menggumam dengan penuh

Lagu anak malam menggamit
Satu darinya adalah aku
Menunaikan rembulan untuk menghilang
Sampai kutak dengar kelelawar bercicit

Hujan belum jatuh dari langit
Masih mendung dimuka terkait
Kusendiri berlagu
Dalam dekap lirih rembulan bersyahdu

Popular posts from this blog

Puisi sahabat Selamat Pagi Indonesia

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Selamat pagi indonesia Ibu pertiwi masih raut dalam duka Entah duka saat ini, kemarin atau lusa Tangis jua indonesia dalam berita Asap-asap yang menyiksa Sampaikan duka kepada negeri tetangga Harus bagaimana kita Malu, takut lalu lupa Selamat pagi indonesia Masihkah kita lupa Sangkur baja serta selempang senjata Yang melenyapkan pendahulu kita Indonesia tempat pengembala kecil, nelayan, serta pramugari mencari cinta Selamat pagi indonesia Masihkah nanti cucu-cucu kita bahagia Dalam negeri indonesia yang kaya raya

Sajak Pemuda Desa

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Mengapa kau kotak-kotakan kita?
Kita adalah tunas yang tumbuh tak dipinta
Bukan karena kita beda lalu semua lerai
Tidak, kita tak akan hening yang sangsai

Kita tumbuh
Dengan teguh, kita tak akan luluh

Kau tahu jaman sudah kembali edan
Tapi kita tetap bertahan
Sampai merah darah mengalir
Sampi putih tulang tergelincir
Kita tak akan mangkir

Kau tahu kenapa kita bersatu?
Karena kita tahu darah dan putih tulang kita sama
Tiada beda yang merusak
Sampai getir pun tak akan terkoyak

Puisi sahabat Serupa Anak Ayam

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Anak-anak ayam keluar kandang
Sudah kenyang mereka menghadap siang
Tinggal tumpukkan kotoran yang menjijikan
Dasar mereka kurang kerjaan
Siang pun beranjak, anak-anak ayam berisik lagi
Mengotori keramik rumah tua
Matahari sudah terbata-bata
Kau sudah gila apa?
Baru sebentar kau makan
Kembali lagi minta jajan
Kau pikir ini mall, kumpulan orang-orang berduit?
Sana pergi, tak usah kembali sampai benam matahari terkait