Skip to main content

Pandanglah kami tuan

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Hay, tuan kami yang selalu tidur
Entah rasa kenyang atau malas yang membuatmu jatuh tersungkur
Bukan di atas kasur mewah tapi muka meja
Lekaslah bangun tuan kami, hari sudah bertelanjang cakrawala
Tahun kemarin tuan bertelanjang diri, bukan tak ada sehelai kain yang mencumbuhi
Tapi tuan mengasih janji-janji untuk kami
Entah siapa, kenapa tuan mulai merunduk
Bukan karena malu tuan, tapi tuan sudah mulai mengantuk
Inikah tuan yang kami kira
Berwajah bijak tapi selalu membuat kami terkoyak
Harus diam atau kami harus menggertak
Untuk tuan kami yang entah tidur atau sudah lupa
Hay, tuan kau tidak tuli
Kemarin kau mendengar bukan, teman semejamu berseragam khusus
Kabarnya temanmu masih desas-desus terbawa arus
Tapi kami kira, tuan sudah mulai bertelanjang diri
Malu sekali tuan kami

Popular posts from this blog

Puisi sahabat Selamat Pagi Indonesia

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Selamat pagi indonesia Ibu pertiwi masih raut dalam duka Entah duka saat ini, kemarin atau lusa Tangis jua indonesia dalam berita Asap-asap yang menyiksa Sampaikan duka kepada negeri tetangga Harus bagaimana kita Malu, takut lalu lupa Selamat pagi indonesia Masihkah kita lupa Sangkur baja serta selempang senjata Yang melenyapkan pendahulu kita Indonesia tempat pengembala kecil, nelayan, serta pramugari mencari cinta Selamat pagi indonesia Masihkah nanti cucu-cucu kita bahagia Dalam negeri indonesia yang kaya raya

Sajak Pemuda Desa

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Mengapa kau kotak-kotakan kita?
Kita adalah tunas yang tumbuh tak dipinta
Bukan karena kita beda lalu semua lerai
Tidak, kita tak akan hening yang sangsai

Kita tumbuh
Dengan teguh, kita tak akan luluh

Kau tahu jaman sudah kembali edan
Tapi kita tetap bertahan
Sampai merah darah mengalir
Sampi putih tulang tergelincir
Kita tak akan mangkir

Kau tahu kenapa kita bersatu?
Karena kita tahu darah dan putih tulang kita sama
Tiada beda yang merusak
Sampai getir pun tak akan terkoyak

Puisi sahabat Serupa Anak Ayam

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Anak-anak ayam keluar kandang
Sudah kenyang mereka menghadap siang
Tinggal tumpukkan kotoran yang menjijikan
Dasar mereka kurang kerjaan
Siang pun beranjak, anak-anak ayam berisik lagi
Mengotori keramik rumah tua
Matahari sudah terbata-bata
Kau sudah gila apa?
Baru sebentar kau makan
Kembali lagi minta jajan
Kau pikir ini mall, kumpulan orang-orang berduit?
Sana pergi, tak usah kembali sampai benam matahari terkait