Skip to main content

Pinta rindu

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Kutetapkan senja bertamu di ujung temu rindu
Bergantian menyematkan senduh dan pilu
Sejak semula kita tiada, terkapar berlumuran pinta
Sementara kita mengasingkan semua, hampir sewindu jua

Entah kumpulan lintang yang melayang
Awan bergerak lalu mengambang
Bertalikan seikat rindu di senja lepas kota
Sampai malam mengumpulkan cerita, esok adalah rangkuman pinta kita

Hanya di pangkal dahan, kutiriskan embun yang menahunkan rindu
Biar kuiklaskan kering sendiri sampai semua benar-benar terhenti
Tiada kabar, tiada sudi mencari
Degup rindu yang melenyapkan ikatan suci

Kuretaskan saja semua, rindu yang menahun
Agar tidak lagi degup rindu yang mengayun, pelan lalu membuat kita lelap
Lelap tiada lagi harap, kita pengap
Pada rindu yang tak berharap, kita kedap

Popular posts from this blog

Puisi sahabat Selamat Pagi Indonesia

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Selamat pagi indonesia Ibu pertiwi masih raut dalam duka Entah duka saat ini, kemarin atau lusa Tangis jua indonesia dalam berita Asap-asap yang menyiksa Sampaikan duka kepada negeri tetangga Harus bagaimana kita Malu, takut lalu lupa Selamat pagi indonesia Masihkah kita lupa Sangkur baja serta selempang senjata Yang melenyapkan pendahulu kita Indonesia tempat pengembala kecil, nelayan, serta pramugari mencari cinta Selamat pagi indonesia Masihkah nanti cucu-cucu kita bahagia Dalam negeri indonesia yang kaya raya

Sajak Pemuda Desa

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Mengapa kau kotak-kotakan kita?
Kita adalah tunas yang tumbuh tak dipinta
Bukan karena kita beda lalu semua lerai
Tidak, kita tak akan hening yang sangsai

Kita tumbuh
Dengan teguh, kita tak akan luluh

Kau tahu jaman sudah kembali edan
Tapi kita tetap bertahan
Sampai merah darah mengalir
Sampi putih tulang tergelincir
Kita tak akan mangkir

Kau tahu kenapa kita bersatu?
Karena kita tahu darah dan putih tulang kita sama
Tiada beda yang merusak
Sampai getir pun tak akan terkoyak

Puisi sahabat Serupa Anak Ayam

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Anak-anak ayam keluar kandang
Sudah kenyang mereka menghadap siang
Tinggal tumpukkan kotoran yang menjijikan
Dasar mereka kurang kerjaan
Siang pun beranjak, anak-anak ayam berisik lagi
Mengotori keramik rumah tua
Matahari sudah terbata-bata
Kau sudah gila apa?
Baru sebentar kau makan
Kembali lagi minta jajan
Kau pikir ini mall, kumpulan orang-orang berduit?
Sana pergi, tak usah kembali sampai benam matahari terkait