Skip to main content

Salah siapa

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Bulu kudukku merinding, tubuh terperanga dalam harian berita
Aktivis kecil berlumur darah tak bisa dipapah
Lemah tergeletak diantara antek-antek bertuan uang
Anaknya menangis, si bapak terbujur kaku di tanah kami
Kawanan preman menghabisi aktivis kami
Tidak peduli sana-sini
Mengeroyok membabi buta, menghabisi serta membantai
Dimana hukum hanyalah serupa ladang-ladang kecil yang gagal panen
Sudah seperti inikah negeri ini?
Anak-anak tak aman bermain prosotan, ibu-ibu tak nyaman belanja, bapak-bapak tak aman mencari rezeki
Seperti pedang berlumur darah sudah mengayun dan mengalungkan di leher masing-masing
Kalut, takut harus mengadu
Kepada siapa?
Angin, kumbang yang sedang kawin atau abang becak?
Negeri ini serasa sudah tak lagi aman
Perempuan serasa tidak ada harganya
Dijambret, diperkosa, dibunuh lalu biarkan membusuk di tengah parit
Yang salah siapa?Ekonomi, norma,hukum atau jaman sudah mulai nampak tua?
Anak-anak kecil pun sudah diracun narkoba, video-video porno
Sementara kebusukkan sudah masuk, mengendap dan meracuni
Hingga yang lemah akan mati
Salah siapa negeri seperti ini?

Popular posts from this blog

Puisi sahabat Selamat Pagi Indonesia

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Selamat pagi indonesia Ibu pertiwi masih raut dalam duka Entah duka saat ini, kemarin atau lusa Tangis jua indonesia dalam berita Asap-asap yang menyiksa Sampaikan duka kepada negeri tetangga Harus bagaimana kita Malu, takut lalu lupa Selamat pagi indonesia Masihkah kita lupa Sangkur baja serta selempang senjata Yang melenyapkan pendahulu kita Indonesia tempat pengembala kecil, nelayan, serta pramugari mencari cinta Selamat pagi indonesia Masihkah nanti cucu-cucu kita bahagia Dalam negeri indonesia yang kaya raya

Sajak Pemuda Desa

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Mengapa kau kotak-kotakan kita?
Kita adalah tunas yang tumbuh tak dipinta
Bukan karena kita beda lalu semua lerai
Tidak, kita tak akan hening yang sangsai

Kita tumbuh
Dengan teguh, kita tak akan luluh

Kau tahu jaman sudah kembali edan
Tapi kita tetap bertahan
Sampai merah darah mengalir
Sampi putih tulang tergelincir
Kita tak akan mangkir

Kau tahu kenapa kita bersatu?
Karena kita tahu darah dan putih tulang kita sama
Tiada beda yang merusak
Sampai getir pun tak akan terkoyak

Puisi sahabat Serupa Anak Ayam

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Anak-anak ayam keluar kandang
Sudah kenyang mereka menghadap siang
Tinggal tumpukkan kotoran yang menjijikan
Dasar mereka kurang kerjaan
Siang pun beranjak, anak-anak ayam berisik lagi
Mengotori keramik rumah tua
Matahari sudah terbata-bata
Kau sudah gila apa?
Baru sebentar kau makan
Kembali lagi minta jajan
Kau pikir ini mall, kumpulan orang-orang berduit?
Sana pergi, tak usah kembali sampai benam matahari terkait