Skip to main content

Semut kecil

Karya : Penyair Kecil


Banyak kesombongan yang tertuang dalam kata-kata, seperti lidah yang bermain di kumpulan semut-semut kecil
Mereka terkadang meniupnya sampai ke lubang-lubang tempat mereka bersembunyi
Mengapa mereka tak menjilatnya di ujung lidah yang mengecap rasa manis?
Aku kira begitu sampai gajah pun tak sadar telah menginjaknya

Hanya kabar burung yang meminggirkan sayap-sayap kecil
Entah tertukar atau bulunya sudah habis dipangkas
Sedangkan mereka sudah memuncak di pagar yang belum bau karatan
Ah, mungkin saja jiwaku sudah duduk merindukan tiupan penari ilalang

Semula aku hanya kumpulan semut-semut yang sempat berenang-renang
Lalu belalainya telah menarik kami yang sudah hanyut
Entah sadar atau masih kerdil ucapan ini?
Ah, biarkan saja nanti kami tanyakan lagi pada kumpulan abang tukang songgol
Siapa tahu keringatnya sudah menanak nasi

Popular posts from this blog

Puisi sahabat Selamat Pagi Indonesia

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Selamat pagi indonesia Ibu pertiwi masih raut dalam duka Entah duka saat ini, kemarin atau lusa Tangis jua indonesia dalam berita Asap-asap yang menyiksa Sampaikan duka kepada negeri tetangga Harus bagaimana kita Malu, takut lalu lupa Selamat pagi indonesia Masihkah kita lupa Sangkur baja serta selempang senjata Yang melenyapkan pendahulu kita Indonesia tempat pengembala kecil, nelayan, serta pramugari mencari cinta Selamat pagi indonesia Masihkah nanti cucu-cucu kita bahagia Dalam negeri indonesia yang kaya raya

Sajak Pemuda Desa

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Mengapa kau kotak-kotakan kita?
Kita adalah tunas yang tumbuh tak dipinta
Bukan karena kita beda lalu semua lerai
Tidak, kita tak akan hening yang sangsai

Kita tumbuh
Dengan teguh, kita tak akan luluh

Kau tahu jaman sudah kembali edan
Tapi kita tetap bertahan
Sampai merah darah mengalir
Sampi putih tulang tergelincir
Kita tak akan mangkir

Kau tahu kenapa kita bersatu?
Karena kita tahu darah dan putih tulang kita sama
Tiada beda yang merusak
Sampai getir pun tak akan terkoyak

Puisi sahabat Serupa Anak Ayam

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Anak-anak ayam keluar kandang
Sudah kenyang mereka menghadap siang
Tinggal tumpukkan kotoran yang menjijikan
Dasar mereka kurang kerjaan
Siang pun beranjak, anak-anak ayam berisik lagi
Mengotori keramik rumah tua
Matahari sudah terbata-bata
Kau sudah gila apa?
Baru sebentar kau makan
Kembali lagi minta jajan
Kau pikir ini mall, kumpulan orang-orang berduit?
Sana pergi, tak usah kembali sampai benam matahari terkait