Skip to main content

Posts

KUKATAKAN PADA YANG HILANG

Karya: Asrul




Kukatakan pada yang hilang
dalam bahagia datang
aku terkekang jalan pulang
mengapa kau berdiam dicuri seribu nyanyi selempang selendang?


Kukatakan pada yang hilang
aku berduka di antara cahaya
mengapa kau lama bercinta di antara tawarnya
sedang aku serupa padi penuh ilalang


Kukatakan pada yang hilang
malam ini nyanyian selempang selendang sudah mengenang
diantar nyonya yang penuh girang
sebab cintaku sudah dipapah berjalan pulang
.
Recent posts

Meminta Rindu

Karya : Ilene




Dengan doa ku yang teguh,aku  mengatasnamakan cinta penuh teguh Kuharap hening selalu berkata,adalah pertunangan ini tuhan?  Sebelum aku benar-benar habis kemudian
Mempunyai nya sungguh ku selalu berharap ada hening yang membawa kembali  Tentang cinta yang tak menyudahi sampai diri benar-benar terhenti  Diam kemudian menggantung di musim yang kemarin kita menanggalkan bahagia kiranya  aku sudah digenangi jiwa yang begitu menghamba padanya
Cahaya di atas cahaya  kumohon bawalah cawan cintanya untuk kusimpan dalam doa yang di genangi muara-muara dari sorga sampai ku kembali dalam cinta yang benar-benar cinta
Sementara dia masih bermain pada rintik gerimis tujuh warna yang membuka kedua mata  satu hati Adakah jawaban dari sorga cinta pujangga dalam  puisinya tuhan,jika dia kembali maka
kutak akan meminta rintik gerimis dan tujuh  warna pelangi karena kau tahu,cinta yang  mengembalikan lukisan itu ada padanya tentang  kasihku pada musim-musim yang membawa cahaya di atas ca…

Kening di kecup hening

Karya: Asrul




Ketika kening dikecup hening
berlarian kenangan dan angan
ada bahagia dalam sabda tuan
dipinta dari daun dan ranting


Ketika menanti tumbuh sendiri
tersiram luka kelam teramat dalam
semestinya pinta tuan bukan berlari
sedang sunyi menikmati


Hanya kepada tuan
kukatakan ini bukan pertunangan
sebab matahari masih pagi
sebab rembulan masih sore


Lalu bagaimana bila tuan bersabda
jika matahari dan rembulan menjadi pinta
sedang kening dikecup hening sudah berjalan masing-masing?

APA KAU BENAR-BENAR TURUN

Karya: Asrul


Apa kau benar-benar turun?
sempat kukerutkan jidat
kemudian kusematkan segala nikmat
bagaimana bisa kudengar denting dari daun dan ranting?
Apa kau benar-benar turun?
kukatakan lagi kepada rembulan, dedaunan serta angin
mengapa mereka ingin sekali bercinta
sedang seorang dara berkali-berkali tanya
Biar kunanti sendiri
denting dari daun dan ranting
percayalah kutak akan bercinta dengannya
sebab kau lah yang benar-benar kucinta
Apa kau benar-benar turun?

APA KABAR HUJAN

Karya: Asrul


Apa kabar hujan?
kukatakan selagi kau turun
dongeng anak manusia yang didekap rawa-rawa dosa
dan burung-burung enggan berteduh di balik kaca
tempat kuberteduh anak manusia
Hujan, bisakah kau menitipkan purnama?
di balik dedaunan yang masih menyisakan esok
ingin sekali aku menyentuh dinginnya
sampai dosa-dosa sudah berdamai
untuk segala hujan yang begitu rinai
Hujan, kutak ingin mencaci sendiri
sebab dosa-dosa sudah bosan menyusup di balik kening
tidakkah kau menitipkan esok?
tentang embun-embun dari rumpun yang ayu
Hujan, mari kita bercinta sebentar saja
biar yang tenggelam sudah hilang
mengalir untuk nyanyian burung-burung
di atas rawa-rawa dosa anak manusia