Posts

Cerita Kasih

Image
Karya: Asrul Kasih, kuingin bertamu malam ini ingin sekali bercerita tentang pagi dimana embun yang tawar berlari sendiri Kasih, kuingin bertamu malam ini ingin sekali bercerita tentang siang dimana cahaya telah kuterima dengan tenang Kasih, kuingin bertamu malam ini ingin sekali bercerita tentang senja dimana taman-taman doa menuai surga Kasih, bukalah pintu rumahmu ku tak meminta seteguk tawar serupa embun ku tak meminta ketenangan serupa cahaya ku hanya meminta kita adalah bagian dari taman-taman doa di kala senja untukmu kasih dimana kau berada.

Meminta Rindu

Image
Karya : Ilene Dengan doa ku yang teguh,aku  mengatasnamakan cinta penuh teguh Kuharap hening selalu berkata,adalah pertunangan ini tuhan?  Sebelum aku benar-benar habis kemudian Mempunyai nya sungguh ku selalu berharap ada hening yang membawa kembali  Tentang cinta yang tak menyudahi sampai diri benar-benar terhenti  Diam kemudian menggantung di musim yang kemarin kita menanggalkan bahagia kiranya  aku sudah digenangi jiwa yang begitu menghamba padanya Cahaya di atas cahaya  kumohon bawalah cawan cintanya untuk kusimpan dalam doa yang di genangi muara-muara dari sorga sampai ku kembali dalam cinta yang benar-benar cinta Sementara dia masih bermain pada rintik gerimis tujuh warna yang membuka kedua mata  satu hati Adakah jawaban dari sorga cinta pujangga dalam  puisinya tuhan,jika dia kembali maka kutak akan meminta rintik gerimis dan tujuh  warna pelangi karena kau tahu,cinta yang  mengembalikan lukisan itu ada padanya tentang 

Kening di kecup hening

Image
Karya: Asrul Ketika kening dikecup hening berlarian kenangan dan angan ada bahagia dalam sabda tuan dipinta dari daun dan ranting Ketika menanti tumbuh sendiri tersiram luka kelam teramat dalam semestinya pinta tuan bukan berlari sedang sunyi menikmati Hanya kepada tuan kukatakan ini bukan pertunangan sebab matahari masih pagi sebab rembulan masih sore Lalu bagaimana bila tuan bersabda jika matahari dan rembulan menjadi pinta sedang kening dikecup hening sudah berjalan masing-masing?

APA KAU BENAR-BENAR TURUN

Image
Karya: Asrul Apa kau benar-benar turun? sempat kukerutkan jidat kemudian kusematkan segala nikmat bagaimana bisa kudengar denting dari daun dan ranting? Apa kau benar-benar turun? kukatakan lagi kepada rembulan, dedaunan serta angin mengapa mereka ingin sekali bercinta sedang seorang dara berkali-berkali tanya Biar kunanti sendiri denting dari daun dan ranting percayalah kutak akan bercinta dengannya sebab kau lah yang benar-benar kucinta Apa kau benar-benar turun?

APA KABAR HUJAN

Image
Karya: Asrul Apa kabar hujan? kukatakan selagi kau turun dongeng anak manusia yang didekap rawa-rawa dosa dan burung-burung enggan berteduh di balik kaca tempat kuberteduh anak manusia Hujan, bisakah kau menitipkan purnama? di balik dedaunan yang masih menyisakan esok ingin sekali aku menyentuh dinginnya sampai dosa-dosa sudah berdamai untuk segala hujan yang begitu rinai Hujan, kutak ingin mencaci sendiri sebab dosa-dosa sudah bosan menyusup di balik kening tidakkah kau menitipkan esok? tentang embun-embun dari rumpun yang ayu Hujan, mari kita bercinta sebentar saja biar yang tenggelam sudah hilang mengalir untuk nyanyian burung-burung di atas rawa-rawa dosa anak manusia

KUKATAKAN PADA YANG HILANG

Image
Karya: Asrul Kukatakan pada yang hilang dalam bahagia datang aku terkekang jalan pulang mengapa kau berdiam dicuri seribu nyanyi selempang selendang? Kukatakan pada yang hilang aku berduka di antara cahaya mengapa kau lama bercinta di antara tawarnya sedang aku serupa padi penuh ilalang Kukatakan pada yang hilang malam ini nyanyian selempang selendang sudah mengenang diantar nyonya yang penuh girang sebab cintaku sudah dipapah berjalan pulang .

RINAI HUJAN PADA MALAM

Image
Karya: Asrul Jika malam datang kutak mau seorang tiba melayang-layang menjemput bahagia yang hilang Dalam malam kusendiri berjelaga serupa ikan-ikan kecil menanti serinai hujan dalam sunyi dan tumbuh di antara jiwa yang kerdil Wahai kekasih malam kuingin kau bermain terang sebab kunang sudah dulu berpulang sedang kusendiri berjelaga menanti rinai hujan yang kelam

BUNGA DI MUSIM LALU

Image
Karya: Asrul Kali ini kutak akan memetik  bunga di musim yang digenangi  raut do'a kemana rumah yang begitu betah sudah tertinggal seribu sumpah Kuingin duduk lalu hening bahkan berpakaian compang camping berharap bunga sudah basah tiada menyunting sebentar saja, kuingin pergi ke musim lalu musim gembala berpeluk angin lalu Angin yang membuat raut do'a berjalan mengantar diam lalu  menenggelam kelam kali ini ku ngin memetik bunga biar sumpah sudah, karena ku penuh dosa