Skip to main content

disclaimer

Jika Anda memerlukan informasi lebih lanjut atau memiliki pertanyaan tentang disclaimer situs kami, jangan ragu untuk menghubungi kami Penyangkalan untuk http://www.puisisahabat77.ga/ Semua informasi pada website ini diterbitkan dengan itikad baik dan untuk tujuan informasi umum saja  http://www.puisisahabat77.ga/ tidak membuat jaminan tentang kelengkapan, keandalan dan ketepatan informasi ini. Setiap tindakan yang Anda lakukan atas informasi yang Anda temukan di ini situs http://www.puisisahabat77.ga/ secara ketat risiko Anda sendiri  http://www.puisisahabat77.ga/ tidak akan bertanggung jawab atas kerugian dan / atau kerusakan sehubungan dengan penggunaan situs web kami.Dari website kami, Anda dapat mengunjungi situs-situs lain dengan mengikuti hyperlink ke situs eksternal tersebut. Sementara kami berusaha untuk memberikan hanya kualitas link ke situs yang berguna dan etika, kita tidak memiliki kontrol atas isi dan sifat situs tersebut. Link ini ke situs lain melakukan tidak menyiratkan rekomendasi untuk semua konten yang ditemukan di situs tersebut. Pemilik situs dan konten dapat berubah tanpa pemberitahuan dan dapat terjadi sebelum kita memiliki kesempatan untuk menghapus link yang mungkin telah 'buruk'.Perlu juga menyadari bahwa ketika Anda meninggalkan website kami, situs lain mungkin memiliki kebijakan privasi yang berbeda dan hal yang berada di luar kendali kita. Pastikan untuk memeriksa Kebijakan Privasi situs tersebut serta "Ketentuan Layanan" mereka sebelum terlibat dalam setiap bisnis atau meng-upload informasi apapun.Persetujuan Dengan menggunakan website kami, Anda dengan ini setuju untuk disclaimer kami dan setuju dengan ketentuan-ketentuannya.Memperbarui Situs disclaimer ini terakhir diperbaharui pada: Jumat, 9 Oktober, 2015

Popular posts from this blog

Puisi sahabat Selamat Pagi Indonesia

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Selamat pagi indonesia Ibu pertiwi masih raut dalam duka Entah duka saat ini, kemarin atau lusa Tangis jua indonesia dalam berita Asap-asap yang menyiksa Sampaikan duka kepada negeri tetangga Harus bagaimana kita Malu, takut lalu lupa Selamat pagi indonesia Masihkah kita lupa Sangkur baja serta selempang senjata Yang melenyapkan pendahulu kita Indonesia tempat pengembala kecil, nelayan, serta pramugari mencari cinta Selamat pagi indonesia Masihkah nanti cucu-cucu kita bahagia Dalam negeri indonesia yang kaya raya

kumpulan puisi sahabat

karya :samsul hudah Hewan melata terperangkap gelisah dan ketakutan
Hutan yang ditempati bertarung melawan api
Angin dan panas bersatu jadi sekutu kita wajib bertanya
Siapakah pematik api?
Televisi hanya meramalkan asap
wajah-wajah sayu tak kedip memandang beku dalam lipatan layar
Dan bugkam menyerupai tombol-tombol remote
Serangga dan manusia Sama-sama mencari juru selamat
Mungkin dalam pesawat yang terlambat atau
Abu yang telah di tinggalkan harapan
Sejarah abu berubah air mata
kota mengasap desa-desa terhisap


AKU LAH LAKI LAKI

karya: dewi indriani
Akulah laki laki penebar sejuta pesona
Kuberikan senyum kaupun tergoda
Akulah sang penggoda
Kusapa dengan cinta kau pun terlena

Akulah laki laki kurengkuh sepi semua wanita
Kubelai wanita dengan tatapan mata menusuk tajam
Mari kemarilah wahai wanita
Lupakan sepimu menarilah denganku
Dengan desah cinta dan nafasku
Lupakan lupakan semua tentangmu

Akulah laki laki penebar sejuta pesona
Tak sanggup kuhitung jemari dustaku
Akulah laki laki penebar sejuta pesona
Tawa dan …

Sajak Kaum Lemah

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Di punggungmu menggaris wujud dari perbudakkan
sekian waktu menyinggung, bukan jadi pelacur jalanan
Legam menggunung di tengah keringat yang belum sempat kering
dengan batas waktu, kau membiarkan terlantar

Terlantar lalu biar semua nampak
sebelum kearifan mempercundang budak
Sementara harga mulai merangkak
jauh sebelum istrimu menganak

Dan dibahumu menggaris wujud getasnya elemen ekonomi
pelan dan pelan kau jatuh ke bumi
Kau tidak sempat memberinya
segudang bekal untuk menyudahi

Tapi kau berada di dasar gundukkan yang teramat gelap
pengap dan penuh harap
Dan kau hanya bisa berkata
Tuhan, maafkanlah aku yang tidak sempat membuat mereka bahagia


TUNAS TUNAS MATI

Malam ini berkabung, tunas-tunas mati
belum sempat tumbuh, mereka diracun lalu membusuk
Kekejian terluntah di bulan oktober
tidak ada lagi tawa, kami semua berduka

Malam ini bumi dihujani tangis
lautan kepedihan terpecah
Berhamburan sampai ke pelosok desa
tunas-tunas mati membusuk penuh lu…