Skip to main content

Puisi sahabat Selamat Pagi Indonesia

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Selamat pagi indonesia
Ibu pertiwi masih raut dalam duka
Entah duka saat ini, kemarin atau lusa
Tangis jua indonesia dalam berita
Asap-asap yang menyiksa
Sampaikan duka kepada negeri tetangga
Harus bagaimana kita
Malu, takut lalu lupa
Selamat pagi indonesia
Masihkah kita lupa
Sangkur baja serta selempang senjata
Yang melenyapkan pendahulu kita
Indonesia tempat pengembala kecil, nelayan, serta pramugari mencari cinta
Selamat pagi indonesia
Masihkah nanti cucu-cucu kita bahagia
Dalam negeri indonesia yang kaya raya

Popular posts from this blog

Sajak Pemuda Desa

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Mengapa kau kotak-kotakan kita?
Kita adalah tunas yang tumbuh tak dipinta
Bukan karena kita beda lalu semua lerai
Tidak, kita tak akan hening yang sangsai

Kita tumbuh
Dengan teguh, kita tak akan luluh

Kau tahu jaman sudah kembali edan
Tapi kita tetap bertahan
Sampai merah darah mengalir
Sampi putih tulang tergelincir
Kita tak akan mangkir

Kau tahu kenapa kita bersatu?
Karena kita tahu darah dan putih tulang kita sama
Tiada beda yang merusak
Sampai getir pun tak akan terkoyak

Puisi sahabat Serupa Anak Ayam

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Anak-anak ayam keluar kandang
Sudah kenyang mereka menghadap siang
Tinggal tumpukkan kotoran yang menjijikan
Dasar mereka kurang kerjaan
Siang pun beranjak, anak-anak ayam berisik lagi
Mengotori keramik rumah tua
Matahari sudah terbata-bata
Kau sudah gila apa?
Baru sebentar kau makan
Kembali lagi minta jajan
Kau pikir ini mall, kumpulan orang-orang berduit?
Sana pergi, tak usah kembali sampai benam matahari terkait