Skip to main content

Mungkin sudah lupa mungkin

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Mungkin sudah lupa sepasang cincin sudah tergeletak tak terpakai
Membiarkan semut-semut kecil berjalan melewati tengah lingkarnya
Sementara dikau bermain begitu asik di bibir pantai yang mengajak kawanan camar mencumbu pasir
Dengan kotak kecil berwarna merah sedikit rusak sudutnya, aku mengumpulkan sisa-sisa prahara cerita
Sesekali aku melihat mata kecil dari lekuknya yang begitu rapih tersusun manis
Yang kemarin dikau pakai di hari selimut bahagia, tentang sepasang remaja mengikat cinta
Tapi kedua cincin sudah menangis dan mengemis-ngemis
Berharap tuan-tuannya memakai kembali sampai duka berumah tangga berjumpa
Mungkin sudah lupa sepasang cincin sudah tak ada harganya
Aku tak akan meminta dikau kembali menanggalkan bibir pantai yang begitu damai
Entah hari esok atau lusa dikau kembali untuk satu tangga
Aku pinta dikau jangan menangis berderai serupa ombak hancur terbengkalai.

Popular posts from this blog

Puisi sahabat Selamat Pagi Indonesia

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Selamat pagi indonesia Ibu pertiwi masih raut dalam duka Entah duka saat ini, kemarin atau lusa Tangis jua indonesia dalam berita Asap-asap yang menyiksa Sampaikan duka kepada negeri tetangga Harus bagaimana kita Malu, takut lalu lupa Selamat pagi indonesia Masihkah kita lupa Sangkur baja serta selempang senjata Yang melenyapkan pendahulu kita Indonesia tempat pengembala kecil, nelayan, serta pramugari mencari cinta Selamat pagi indonesia Masihkah nanti cucu-cucu kita bahagia Dalam negeri indonesia yang kaya raya

Sajak Pemuda Desa

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Mengapa kau kotak-kotakan kita?
Kita adalah tunas yang tumbuh tak dipinta
Bukan karena kita beda lalu semua lerai
Tidak, kita tak akan hening yang sangsai

Kita tumbuh
Dengan teguh, kita tak akan luluh

Kau tahu jaman sudah kembali edan
Tapi kita tetap bertahan
Sampai merah darah mengalir
Sampi putih tulang tergelincir
Kita tak akan mangkir

Kau tahu kenapa kita bersatu?
Karena kita tahu darah dan putih tulang kita sama
Tiada beda yang merusak
Sampai getir pun tak akan terkoyak

Puisi sahabat Serupa Anak Ayam

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Anak-anak ayam keluar kandang
Sudah kenyang mereka menghadap siang
Tinggal tumpukkan kotoran yang menjijikan
Dasar mereka kurang kerjaan
Siang pun beranjak, anak-anak ayam berisik lagi
Mengotori keramik rumah tua
Matahari sudah terbata-bata
Kau sudah gila apa?
Baru sebentar kau makan
Kembali lagi minta jajan
Kau pikir ini mall, kumpulan orang-orang berduit?
Sana pergi, tak usah kembali sampai benam matahari terkait