Skip to main content

Puisi ini kau bukan

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Tunggu saja air nya biar masak
Lalu kau diam di situ sebentar
Duduk saja sampai panci berteriak
Bukan sendiri kamu di situ,mungkin perasaan sepi membuatmu jatuh terdampar
Jangan kau bilang hari sudah senja
Kemarin kau masih duduk kan?
Bukan di tempat ini jua
Mungkin jua kau sedang bermimpi atau berangan
Lain kali kau jangan sampai berisik,bukan aku tak peduli
Siapa suruh kau menari,bukannya di panggung malah kau di teras rumah tua
Akhirnya kau mengerti bukan? sepi, sendiri jua nikmati dan tiada menyudahi
Lantas salah siapa?salah aku,dia atau mereka?
Baiklah kalau sudah mengerti,lain kali janganlah kau mengutuk sampai membusuk
Sudah aku bilang,jiwamu itu jiwa yang malang
Bukannya kau sudah melayang-layang?
Malah kau sendiri yang terkutuk
Sakit bukan?
Tunggu sebentar saja

Popular posts from this blog

Puisi sahabat Selamat Pagi Indonesia

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Selamat pagi indonesia Ibu pertiwi masih raut dalam duka Entah duka saat ini, kemarin atau lusa Tangis jua indonesia dalam berita Asap-asap yang menyiksa Sampaikan duka kepada negeri tetangga Harus bagaimana kita Malu, takut lalu lupa Selamat pagi indonesia Masihkah kita lupa Sangkur baja serta selempang senjata Yang melenyapkan pendahulu kita Indonesia tempat pengembala kecil, nelayan, serta pramugari mencari cinta Selamat pagi indonesia Masihkah nanti cucu-cucu kita bahagia Dalam negeri indonesia yang kaya raya

Sajak Pemuda Desa

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Mengapa kau kotak-kotakan kita?
Kita adalah tunas yang tumbuh tak dipinta
Bukan karena kita beda lalu semua lerai
Tidak, kita tak akan hening yang sangsai

Kita tumbuh
Dengan teguh, kita tak akan luluh

Kau tahu jaman sudah kembali edan
Tapi kita tetap bertahan
Sampai merah darah mengalir
Sampi putih tulang tergelincir
Kita tak akan mangkir

Kau tahu kenapa kita bersatu?
Karena kita tahu darah dan putih tulang kita sama
Tiada beda yang merusak
Sampai getir pun tak akan terkoyak

Puisi sahabat Serupa Anak Ayam

Karya : Penyair Kecil ( Nasrul Asrudin)


Anak-anak ayam keluar kandang
Sudah kenyang mereka menghadap siang
Tinggal tumpukkan kotoran yang menjijikan
Dasar mereka kurang kerjaan
Siang pun beranjak, anak-anak ayam berisik lagi
Mengotori keramik rumah tua
Matahari sudah terbata-bata
Kau sudah gila apa?
Baru sebentar kau makan
Kembali lagi minta jajan
Kau pikir ini mall, kumpulan orang-orang berduit?
Sana pergi, tak usah kembali sampai benam matahari terkait